• LAINYA

TAFSIR-SEJARAH–Banyak negeri yang disinggung oleh Alquran. Ada yang sudah punah, ada juga yang masih ada sampai sekarang dengan nama yang berbeda seperti: Rum yaitu Eropa dan Saba’ yaitu Yaman. Dua nama negeri ini bahkan jadi nama surat. Lalu, adakah Palestina dan Israel dalam Alquran?

Nama Israel, yakni isra’il, tercatat dalam Alquran sebanyak 42 dua kali sebagai kata gabungan dengan bani, yakni bani isra’il. Di antara jumlah itu, hanya dua ayat menyebutkan nama Israel secara sendirian. Seperti Rum dan Saba’, Bani Israel juga merupakan nama lain dari surat ke-21, Al-Isra’.

Kini, di pertengahan abad XX, nama Israel dipakai untuk sebuah “negara” di Timur Tengah. Negara rasis dan aparteid ini tidak memiliki sejarah yang panjang. Ia lahir dari konspirasi sekelompok orang Yahudi. Dengan dukungan negara-negara Barat pemenang Perang Dunia II, terutama Inggris dan AS, mereka dengan kekuatan militer menginvasi dan mendirikan negara haram itu di tanah orang lain. Tanah itu bernama Palestina yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah.

Apakah Palestina ada dalam Alquran? Sebagian mufasir mengatakan keberadaan negeri itu dalam surat Al-Ma’idah:

يَٰقَوۡمِ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡأَرۡضَ ٱلۡمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِي كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡ وَلَا تَرۡتَدُّواْ عَلَىٰٓ أَدۡبَارِكُمۡ فَتَنقَلِبُواْ خَٰسِرِينَ

“Hai kaumku, masuklah ke Tanah Suci yang telah Allah tetapkan bagimu, dan janganlah kalian berbalik ke belakang, maka kalian menjadi orang-orang yang merugi.” — QS. Al-Maidah [5]:21 —

Dalam ayat ini, Tanah Suci itu diidentfikasi oleh para mufassir sama dengan Palestina sekarang. Namun, seperti dicatat oleh al-Thabari dalam tafsirnya, ini masih menyisakan perbedaan pendapat di mengenai arti Tanah Suci itu.

Sebagian mufassir mengatakan bahwa tanah itu adalah Suriah. Mufassir lain mengatakan maksud nama itu adalah Yerikho. Ada pula yang menafsirkannya sama dengan Damaskus (Suriah), Palestina dan sebagian Yordania.

Baca Juga :  Palestina dalam Alquran (2): Bani Israel Nama Surat dalam Alquran

Pengarang Tafsir Amili mengatakan bahwa tidak ada bukti valid untuk menentukan negeri mana yang dimaksud secara definitif. Ia sendiri berpendapat pada Tanah Suci itu adalah wilayah yang terbentang antara Sungai Nil (Mesir) dan Efrat (Iraq). (Tafsir Amili, v. 3, p. 254).

Sementara itu, Thabathaba’i mencermati identitas Tanah Suci itu sesuai metodenya, tafsir Alquran dengan Alquran, yaitu merujuk ayat lain yang berkaitan dengannya. Di antaranya berikut ini:

وَأَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِينَ كَانُواْ يُسۡتَضۡعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَمَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَاۖ

“Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri timur bumi dan baratnya yang telah Kami berkahi.” — QS. Al-A’raf [17]: 137 —

Thabathaba’i menulis, “Tampaknya, maksud dari “tanah” dalam ayat ini adalah Suriah dan Palestina. Frasa ayat “yang Kami berkahi” menunjukkan maksud ini, karena Allah hanya menyebut ‘berkah’ untuk negeri selain Ka’bah, yaitu negeri suci yang berada di sekitar Palestina. Maka, ayat ini berarti Allah mewariskan negeri suci dan negeri-negeri bagian timur dan bagian baratnya kepada Bani Israel yang telah ditindas, dilemahkan dan tak berdaya.” (al-Mizân fi Tafsir al-Qur’an, v. 8, p. 228).

Selain itu, ada pula ayat seperti di bawah ini tentang pembangkangan Bani Israel, dan Sebagian mufasair menafsirkan tempat turunnya azab ke atas mereka sebagai negeri Palestina.

وَقُلۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ لِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱسۡكُنُواْ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ ٱلۡأٓخِرَةِ جِئۡنَا بِكُمۡ لَفِيفٗا

“Dan Kami firmankan sesudah [Fir’aun] kepada Bani Isra’il, “Menetaplah di negeri ini. Tetapi apabila datang janji akhirat, Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur.” — QS. Al-Isra’ [17]: 104 —

Dalam kutipan Tafsir Al-Kastif, disebutkan bahwa kalimat “Tetapi apabila datang janji akhirat, Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur” ditujukan kepada Bani Israel, sementara kata al-akhirah di dalamnya adalah Hari Kiamat. Adapun bercampur baur” yaitu mereka dikumpulkan pada satu tempat dalam kondisi bercampur baur. Jadi, mksud dari ayat ini ialah memberikan ancaman kepada Bani Israel karena perilaku mereka menciptakan kekacauan dan kerusakan di muka bumi.

Baca Juga :  Indonesia dan Potensi Normalisasi Hubungan dengan Israel

Jawad Mughniyah menyimpulkan, “Sekiranya tafsir bi-ra’y itu dibenarkan, kami akan mengatakan bahwa kata “bercampur baur” itu berkenaan dengan berkumpulnya orang-orang Yahudi dan Zionis dari pelbagai belahan dunia di Palestina, dan Allah Swt akan menjadikan kelompok manusia yang kuat berperang dan berkuasa atas Palestina.” (Tafsir al-Kasyif, v.5, p.93).

Share Page

Close