• LAINYA

DOWNLOAD–Banyak tafsir yang dikarya khusus menggali kekayaan nilai-nilai kesastrabahasaan Alquran. Tapi, ketelitian para mufasir tidak mengurangi kedalaman dan kelembutan seluk-beluk Al-Kasysyaf, karya tafsir magnum opus Abul Qasim Mahmud bin Umar yang populer dengan nama Imam Al-Zamakhsyari (1075—1144).

Dari namanya saja, Sang Penyingkap, penulis berusaha menyingkap rahasia-rahasia terpendam dari balik kata, frasa dan kalimat Alquran. Kesuksesan usaha ilmiahnya begitu berharga bila juga ditinjau dari situasi kelut dan gejolak politik yang dialami penulis sepanjang 5 khalifah dalam rentang waktu 467 s/d 555 H.

Dalam bidang kesastrabahasaan, tafsir Al-Kasysyaf adalah yang pertama, tafsir sastra pelopor sekaligus referensi utama tafsir-tafsir yang datang setelahnya dalam menggali kandungan keindahan, ketelitian narasi, lapisan kemukjizatan bahasa, dan kedalaman makna di balik kata-kata diksial Alquran. Ini juga ia ungkapkan dalam anak judul: “Penyingkap hakikat hal-hal rumit Al-Tanzil (Alquran) dan mata-air pendapat-pendapat tentang aspek-aspek makna takwil.”

SALAH SATU KARYA YANG MENGHIMPUN ILMU [TAFSIR] ADALAH KITAB AL-KASYSYAF, KARYA AL-ZAMAKHSYARI DARI WARGA KHWARAZM, IRAQ–Ibnu Khaldun

Identitas Al-Zamakhsyari sebagai pengikut teologi Muktazilah dan fiqih Hanafiyyah tidak menghambat minat dan objektivitas ulama-ulama Islam dari berbagai mazhab, entah mereka pengikut Asy’ariyyah, Zaidiyyah, ataupun Imamiyyah dalam merujuk karya tafsirnya. Berikut kesaksian sejumlah ulama besar Islam:

Al-Kasysyaf adalah mahakarya dalam tafsir, dan pengarangnya adalah imam dalam bidang itu.” Komentar apresiatif ini dikemukakan oleh pakar sejarah peradaban ilmu pengetahuan keislaman, Imam Tajuddin Al-Subki, dalam karyanya yang terkenal, Thabaqat Al-Syafi’iyyah. Al-Subki tidak sedang basa-basi seperti ketika ia berbicara kurang mengenakkan tentang sosok seorang imam seperti Ibnu Shalah Al-Baghdadi.

Tstimoni singkat mahakarya dan pengarangnya ini juga diamini oleh pakar hadis dan tafsir, termasuk Imam Suyuthi. Ia mengatakan, “Al-Kasysyaf adalah penjamin kualitas ilmu [tafsir] ini. Ia sudah terkenal di segenap penjuru dan menjadi pusat perhatian para imam peneliti untuk menulis atas dasar buku tafsir ini.”

Baca Juga :  Teaching Plato in Palestine: Menguji Eskalasi Studi Filosofis di Titik Picu Ketegangan Dunia

Ibnu Khaldun, “Salah satu tafsir yang menjadi referensi utama mengenal bahasa, gramatika dan keindahan kesusastraan dalam mengartikulasikan makna sesuai dengan maksud dan metode, …. dan salah satu karya yang menghimpun ilmu [tafsir] ini adalah kitab Al-Kasysyaf, karya Al-Zamakhsyari dari warga Khwarazm, Iraq.”

Menyimak testimoni-testimoni di atas ini membuat para peneliti dan pelajar merasakan kekosongan bila riset dan pengkajian mereka tidak menyinggung tafsir ini, Al-Kasysyaf. Mungkin terasa keterlaluan bila di rak buku pecinta tafsir tidak dijumpai tafsir ini, termasuk ulasan ini boleh jadi membuang-buang waktu saking sudah populernya tafsir ini. Bila ternyata tafsir ini tidak dijumpai di rak online Anda, bisa segera unduh dari link di bawah ini:

Share Page

Close