• LAINYA

SEJARAH–Sebuah gambar surah Al-Nas dengan pena dan tulisan tangan Goethe dipublikasikan oleh Ali Moujani, yang menunjukkan kecintaanya terhadap Islam dan kitab Allah. Bernama lengkap Johann Wolfgang van Goethe (1749-1838), satu dari kebanggaan besar Jerman bukan hanya dalam sastra dan puisi, tetapi juga filsafat, budaya dan pilitik. Ia sangat tertarik dengan Islam dan Alquran dan ia menulis sebagian ayat-ayat Alquran dengan tangannya. Untuk pertama kalinya dipublikasikan sebuah gambar dari surah Al-Nas dengan tulisan tangan Goethe.

Ayat-ayat Alquran tulisan tangan Goethe-IQNA.IR

Menurut laporan Iqna, sebuah gambar surah An-Nas dengan tulisan tangan Goethe yang baru-baru ini dipublikasikan, menunjukkan kecintaannya terhadap Alquran dan Islam. Dengan karya-karya melimpah dan bernilai, ia berada dalam posisi penyair terbesar dunia. Nama Goethe disandingkan dengan William Shakespeare, Homeros Yunasi dan Dante Alighieri.

Termasuk karya Goethe adalah Faustus dan tokoh aslinya berdasarkan sebuah dogeng Jerman. Faustus adalah manusia sukses dalam pendidikan universitas, yang tidak puas dengan kehidupan dan menukarkan ruhnya dengan pengetahuan tak terbatas dan kelezatan duniawi dalam berinteraksi dengan setan. Drama ini menjadi tempat inspirasi karya-karya seni, cerita, sinema dan musik.

Goethe tidak seperti sebagian orang-orang Barat, yang memiliki perhatian dengan timur dan salah satu judul karyanya adalah pusi Barat – Timur, yang dipersembahkan kepada Hafez Shirazi. Perhatian empatik Goethe kepada Alquran dan Islam sampai pada batas ia melantunkan puisi dalam menyanjung Rasulullah (SAW).

 

NILAI ALQURAN BAGI GOETHE

Katrina Momsen, pengajar universitas Stanford Amerika pada tahun 2001, memublikasikan sebuah buku dengan topik Goethe dan Islam, dan sebuah makalah darinya diterjemahkan oleh Mohammad Akhgari dengan topik Islam dan Alquran dalam Pemikiran Goethe dan telah dipublikasikan dalam harian Jame Jam. Momsen dalam makalah tersebut menulis, untuk memahami secara lebih baik puisi timur dalam mensifati Alquran ia menulis sebagai berikut:

Baca Juga :  Kehidupan Setelah Kematian, dari Kegelisahan hingga Kelegaan Presiden Soekarno

“Gaya Alquran yang kuat, dengan keagungan, berisi dan dibarengi hakikat yang menakjubkan. Orang yang memahami Bahasa Goethe tentu tahu ia tidak menggunakan kata hakikat menakjubkan di semua tempat, kecuali karya tersebut adalah karya maha agung. Jika kita kaji studi-studi quranik Goethe, kita tahu bahwa ia hendak mempelajari bahasa dan tulisan Arab. Demikian juga dalam studi ini kita akan mendapatkan lembaran-lembaran yang menunjukkan catatan-catatan goethe tentang sebagian ayat-ayat Alquran.”

Share Page

Close