Sejarah
Pandemi dan Argumen Ateis atas Ketiadaan Tuhan (3): “Tidak Tahu” dalam Etika Berpikir dan Berkeyakinan
FILSAFAT-AGAMA—Dalam sebuah surat yang dikompilasi oleh sastrawan ternama abad X, Syarif al-Radhi...
Pandemi dan Argumen Ateis atas Ketiadaan Tuhan (2): Respon “Tidak Tahu” dari Pemimpin Para Filosof
FILSAFAT-AGAMA–Kalangan beriman, terutama dari filosof, teolog dan sufi Muslim, menanggapi...
Pandemi dan Argumen Ateis atas Ketiadaan Tuhan (1): Rumusan Argumen
FILSAFAT-AGAMA—“Tuhan melawan virus Corona: kamu akan sembuh dari semua penyakit dan aku akan...
QS. Al-Ra’d [13]: 17; Mana Posisi dan Partai Anda? (1) Polarisasi Kubu Politik
TAFSIR-POLITIK—Mengapa orientasi politik di kalangan umat Islam tidak pernah hangus dan mati? Sebangun...
Indonesia dan Potensi Normalisasi Hubungan dengan Israel
POLITIK-ANALISIS–Normalisasi hubungan sudah menjadi ideologi politik luar negeri Israel. Seperti ...
Ontologi Manusia (1): Menjelajahi Realitas Manusia
Penulis: ANDI MAHDI FILSAFAT-HUMANIORA–Dalam pepatah Konfusius, “Semua memiliki keindahan, namun...
Peta Konflik antara Akal Manusia dan Wahyu Tuhan
FILSAFAT AGAMA-HUMANIORA–Konflik antara agama dan sains yang berbuntut pada konflik antara dua...
QS. Maryam [19]: 96; Dua Syarat Menjadi Muslim “Rahmatan lil Alamin”
TAFSIR–SOSIAL–Kalau Islam itu agama rahmatan lil alamin, itu pasti. Tapi, orang Muslim belum...
Presiden RI: Bacaan Pertama Saya adalah Alquran
QURANIKA.COM–Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, dibesarkan di keluarga yang taat...
Toleran dan Intoleran: Dua Praktik Beragama yang Sama-sama Radikal
EPISTEMOLOGI-ALQURAN–Radikal biasanya dan, memang, tepatnya berbanding-lawan dengan toleran. Kini,...